Kenali Tanda-Tanda Perusahaan Akan Tutup Sejak Dini

Kenali Tanda-Tanda Perusahaan Akan Tutup Sejak Dini

Bagi karyawan, menghadapi situasi krisisnya tempat kerja hingga akan tutup merupakan situasi menakutkan. Sebagai pencegahan, bagi Anda yang merupakan karyawan harus mengenali tanda-tanda perusahaan akan tutup. Selain itu, siapkan diri dengan cek jaminan kehilangan pekerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini merupakan jaminan sosial bagi karyawan yang terkena PHK. Manfaat yang ditawarkan berupa uang tunai, informasi lowongan kerja sesuai keahlian dan latar belakang, hingga pelatihan siap kerja. Jadi, kelangsungan hidup Anda tetap terjamin meskipun terkena PHK.

Tanda-Tanda Perusahaan Akan Tutup

Supaya dapat bersiap dengan baik terhadap kemungkinan masuk daftar PHK, Anda bisa mengenali sinyal-sinyal kebangkrutan perusahaan berikut dan menjadikannya sebagai pedoman.

1. Arus Kas Bisnis Kronis

Indikator paling jelas dan paling serius adalah masalah arus kas alias manajemen finansial perusahaan yang menjadi nadi setiap bisnis. Tanda-tanda arus kas tidak sehat antara lain pembayaran gaji telat, pembayaran pemasok tertunda, dan klaim reimbursement lambat.

2. Penghematan Ekstrem secara Mendadak

Berhemat atau efisiensi pengeluaran merupakan hal wajar dalam bisnis. Namun, Anda wajib mewaspadai penghematan ekstrem yang terjadi secara mendadak.

Misalnya, perusahaan menghentikan penyediaan air minum galon, memotong anggaran kebersihan, dan sejenisnya. Ini sinyal nyata bahwa keuangan perusahaan tidak baik dan berpotensi bangkrut.

3. Gelombang Resign pada Karyawan Penting

Perhatikan siapa yang meninggalkan perusahaan. Jika karyawan berkinerja tinggi, manajer senior, atau orang-orang yang telah bekerja dalam waktu lama tiba-tiba mengundurkan diri secara beruntun, ini adalah sinyal bahaya. Mereka memiliki akses ke informasi finansial atau strategis sehingga berupaya menyelamatkan diri.

4. Kurangnya Transparansi Manajemen

Tanda-tanda perusahaan akan tutup berikutnya adalah kurangnya transparansi manajemen. Mulai dari rapat tertutup para eksekutif sebagai pemangku utama keputusan, pembatalan pertemuan umum mendadak, serta ketidakmampuan menjawab arah perusahaan ke depan. Manajemen cenderung memberi jawaban mengambang untuk mengamankan diri.

5. Pembekuan Rekrutmen dan Penggantian Karyawan

Perusahaan tiba-tiba menghentikan semua proses rekrutmen (hiring freeze). Lebih jauh lagi, posisi-posisi krusial yang ditinggalkan oleh karyawan yang resign atau pensiun tidak segera terisi kembali. Beban kerja dari posisi yang kosong itu beralih ke karyawan yang tersisa tanpa kompensasi tambahan.

6. Kehilangan Klien Besar atau Kontrak Utama

Jika bisnis perusahaan sangat bergantung pada beberapa klien besar, kehilangan satu atau dua dari mereka adalah pukulan fatal. Kabar mengenai kegagalan memperbarui kontrak besar atau hilangnya klien utama ke tangan kompetitor merupakan berita buruk yang berdampak langsung pada stabilitas perusahaan.

7. Penjualan Aset Perusahaan

Untuk mendapatkan uang tunai cepat, perusahaan yang putus asa akan mulai menjual aset-asetnya. Bisa berupa penjualan gedung kantor lalu menyewa lokasi lain atau menjual inventaris kantor dengan harga murah asal cepat laku. Tindakan tersebut merupakan tanda perusahaan sudah pailit.

Kenali Tanda Perusahaan Akan Bangkrut dan Selamatkan Diri

Ketujuh tanda-tanda perusahaan akan tutup tidak sulit untuk terdeteksi. Mulai dari arus kas kronis, gelombang pengunduran diri, hingga penjualan aset perusahaan meninggalkan jejak yang sangat jelas. Sebelum menjadi korban, segera daftar cek jaminan kehilangan pekerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Anda bisa mendaftar program tersebut selama berusia di bawah 54 tahun dan dalam kondisi sehat. Klaim manfaat akan diatur maksimal 6 bulan setelah terkena PHK, di mana Anda akan mendapatkan uang tunai hingga pelatihan dan lowongan sehingga siap kembali bekerja.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *